Peran AHA Token Pengurangan Emisi Karbon

Apakah cryptocurrency memiliki dampak positif atau negatif terhadap lingkungan tetap menjadi pertanyaan polarisasi. Ketika kekeringan yang melanda belum pernah terjadi sebelumnya, banjir dan peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih umum di seluruh dunia. Ada minat yang meningkat pada teknologi hijau dengan konsepnya yang lebih luas.

Read More

Di satu sisi, para pencinta lingkungan melihat Bitcoin sebagai bencana ekologis karena menambangnya menggunakan sumber energi yang tidak sedikit. Di sisi lain, penggemar cryptocurrency menunjukkan bahwa sistem keuangan tradisional juga tidak benar-benar ramah lingkungan.

60 bank terbesar di dunia melaporkan telah menyediakan lebih dari $3,8j uta untuk perusahaan bahan bakar. 49 persen lembaga keuangan belum melakukan analisis dampak iklim dari portofolio mereka.

Bank-bank besar juga mengonsumsi bahan bakar dalam jumlah yang mengejutkan untuk memberi daya pada infrastruktur mereka. Sebaliknya, bagaimanapun sebuah laporan baru-baru ini menemukan bahwa 76% penambang kripto menggunakan energi terbarukan sebagai bagian dari pembauran energi mereka.

Cryptocurrency AHA Token

Sejalan dengan perkembangan cryptocurrency yang dijelaskan diatas, Indonesia kini memiliki token kripto yang bernama AHA atau Alam Hijau Anagata. Token AHA didirikan dengan tujuan untuk perkembangan energi terbarukan.

Berkontribusi pada proyek energi hijau seperti perdagangan karbon, konservasi pengolahan air dan udara, atau entitas lain yang memiliki nilai bisnis. Dalam hal kesadaran lingkungan, Token AHA hadir dengan membawa misi pengurangan emisi karbon.

Cryptocurrency AHA Token Dengan Misi Pengurangan Emisi Karbon

Dimulai pada tahun 2021, Cryptocurrency Token AHA memiliki impian untuk menjadi token unggulan dan terbesar di Indonesia untuk karbon dioksida. Berangkat dari Indonesia, token AHA juga akan mendukung proyek hijau di seluruh dunia dengan nilai ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Dari sumber terpercaya yang dirilis oleh token AHA. Dalam 5 tahun ke depan, token AHA akan terus fokus untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Tujuanya mengubah energi campuran 23% dari energi terbarukan pada tahun 2025.

Beberapa proyek perdagangan karbon seperti proyek Solar PV dan Platform Perdagangan Karbon akan menjadi fokus utama.

Kesimpulan

Dengan peningkatan penggunaan energi terbarukan, protokol yang lebih hemat energi dan mengimbangi jejak karbon, token AHA akan membawa cryptocurrency baru yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan dan infrastruktur digital untuk membuat dan menjalankannya.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa cryptocurrency dan profitabilitas yang ramah lingkungan tidak saling eksklusif. Tetapi merupakan komponen penting dari pendekatan revolusioner fintech yang berwawasan ke depan terhadap masalah lingkungan, sosial dan ekonomi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.