5 Langkah Menjadi Front-End Development Freelance Yang Sukses

Dari sudut pandang pelanggan, jika halaman web dimuat dengan lambat, antarmuka tidak ramah, produk dan layanan jelas tidak jelas, dll. pelanggan tidak akan tetap berada di halaman web Anda. Hal merupakan salah satu alasan mengapa perusahaan menyewa front-End development Freelance untuk memastikan mereka memberikan kualitas yang konsisten.

Read More
6 Langkah Menjadi Front-End Development Freelance yang Sukses

Namun dalam beberapa kasus, perusahaan tidak memiliki Front-End Development sebagai pekerja tetap, mereka membagi tugas menjadi kelompok yang lebih kecil, dan mereka mencari penyedia layanan front-end development Freelance sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ini adalah peluang bagus untuk membangun karir sebagai front-end development freelance karena akan memberi Anda kesempatan untuk mengerjakan berbagai proyek menarik.

Apa Itu Front-End Development?

Front-End Development adalah orang yang mengembangkan antarmuka web yang benar-benar dilihat pelanggan. Mereka mengembangkan halaman yang berisi CSS, JavaScript, HTML, dan kode lain yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan halaman tersebut.

Faktanya, teks yang Anda lihat di layar sekarang adalah karena upaya beberapa tim front-end development di belakangnya. Semakin kuat basis front-end development, semakin baik hasilnya.

Front-end development harus memahami kerangka kerja umum seperti Backbone, Angular JS, Bootstrap, dan Ember.js, dan mempelajari pustaka seperti jQuery. Sekarang, setelah Anda memiliki dasar yang kuat, jika Anda mengikuti langkah-langkah ini dengan hati-hati, Anda pasti dapat memiliki basis klien Anda sendiri.

5 Langkah Untuk Menjadi Front-End Development Freelance Yang Sukses

1. Pelajari Bahasa Yang Relevan Dan Fokus Pada Keahlian Anda

Langkah pertama adalah mempelajari inti bahasa pengkodean utama, termasuk HTML, CSS, dan JavaScript. Semakin banyak yang Anda ketahui tentang berbagai Bahasa pemrograman, semakin baik Anda dalam memecahkan masalah. Jangan hanya menjadi development  biasa, jadilah front-end development ahli. Anda juga dapat mempelajari bahasa lain seperti Ruby on Rails, Swift, dan Node.js. Baca juga Tools Front-End Favorit Untuk Website Development.

Ketika Anda mempelajari bahasa pemrograman tertentu secara teratur, Anda akan menjadi seorang ahli. Dan dari mulut ke mulut sudah cukup untuk membuat Anda lebih banyak memiliki peluang berbisnis.

Meskipun memperoleh keterampilan adalah proses yang memakan waktu, hal itu pasti akan membangun fondasi yang kokoh yang akan membuat proses selanjutnya cukup mudah. Jadi pertama-tama, habiskan waktu paling banyak untuk mempelajari dan mempraktikkan keterampilan baru, mengasahnya, dan menguasai semua Bahasa pemrograman populer. Baca Tools Front End Developer Terbaik Untuk Digunakan.

2. Mengembangkan Portofolio

Sekarang, setelah Anda mempelajari dan mempraktekkan cukup banyak proyek untuk menyelesaikan beberapa proyek, saatnya untuk memamerkan hasil proyek pekerjaan Anda. Untuk melakukan ini, Anda perlu mengembangkan portofolio yang cukup kuat dan bagus untuk menonjolkan keahlian Anda sebagai Front-End Development Freelance. Tujuannya untuk merujuk atau menarik perhatian ke salah satu calon klien Anda.

Saat mempelajari keterampilan pemrograman, Anda mungkin telah membuat da mengembangkan situs web yang berbeda. Atau Anda juga harus sudah bekerja untuk beberapa klien Anda.

Ini adalah tempat yang bagus untuk mulai mengumpulkan karya Anda dan mempresentasikannya dengan cara terbaik. Dalam proses membangun situs web, Anda memiliki kesempatan untuk memamerkan menunjukkan dan meningkatkan keterampilan Anda.

Portofolio berfungsi sebagai jendela toko jual beli jasa Anda, jadi pastikan konten, video, dan tautan Anda akurat. Anda juga dapat menerbitkan artikel yang menjelaskan pengalaman Anda, yang akan membuat Anda lebih terlihat oleh calon klien.

3. Kelola Data Pribadi Anda

Ketika Anda bekerja sebagai Front-End Development Freelance secara mandiri, Anda harus lebih terorganisir. Kelola jumlah klien tempat Anda bekerja, nama mereka, apa proyek mereka, berapa tenggat waktu mereka, berapa biaya masing-masing, dan detail lebih lanjut. Jika Anda tidak terorganisir, Anda dapat membuat kekacauan, yang pasti akan menghambat kinerja Anda.

4. Menjadi Anggota Komunitas Yang Relevan

Bahkan developer ahli kawakan pun menginginkan dukungan komunitas untuk belajar lebih banyak karena belajar tidak ada habisnya. Jadi, setelah Anda menguasai dasar-dasarnya, bergabunglah dengan komunitas. Dengan bergabung dengan grup ini, Anda akan belajar tentang apa yang terjadi di seluruh dunia dalam bidang tertentu, dan Anda akan mendapatkan umpan balik dan dukungan yang membangun dari grup dan komunitas ini.

5. Mulai Sebagai Front-End Development Freelance

Akhirnya, mulailah dengan mengambil proyek besar, Anda harus cukup kuat untuk menghadapi klien dan pertanyaan mereka, dan kemudian bantu mereka menjawabnya. Cobalah untuk bersikap realistis, luangkan waktu yang cukup untuk memahami proyek, dan kemudian berikan garis waktu yang realistis di mana Anda dapat mengirimkan pekerjaan Anda.

Kesimpulan

Menjadi seorang Front-End Development Freelance bukanlah hal yang mudah karena Anda tidak berafiliasi dengan perusahaan mana pun. Sehingga Anda harus memberikan segalanya untuk mengembangkan nama Anda menjadi sebuah merek. Bangun reputasi Anda sebagai pekerja keras, pemain cerdas, development dan pemrogram yang andal dan dapat dipercaya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.